saya menyakiti Mba’ ya ??? Kembali saya mengetuk pintu kamarnya pelan,“ Selamat pagi Mba’ ”, ucapku msembari mengetuk pintu Mba’ Erna.“ Iya, siapa yah ”, suara lembut Mba’ Erna menyahut dari dalam kamar.Mba’ Erna-pun membuka pintu, kali ini dia berdiri di depan pintunya, tidak seperti kemarin yang hanya melongokkan kepala dari celah pintu yang se’dikit terbuka. Bokep Jepang ucap Mba’ Erna membentak saya lagi.Sebenarnya saat itu saya mulai takut dan gemetar, tapi saat itu sudah terlanjur basah, maka saya terus berusaha untuk merayu Erna dan berkata,“ Sebaiknya Mba’ pikirkan lagi, di sini cuma saya yang mengajukan diri memuaskan Mba’, saya satu-satunya kesempatan Mba’, kalau Mba’ tidak mengambil kesempatan ini, Mba’ akan menyesal seumur hidup… ”, ucapku sedikit tegas.Lama kulihat Mba’ Erna terdiam, bahkan dia kini terduduk lemas di samping ranjangnya. ”, pintaku lagi pada Idris.“ Ah, kamu ini ada-ada aja deh Wan, yaudah deh terserah kamu aja deh Wan ”, ucap Idris mengiyakan kemauan saya.Maka saat itu




















