Apalagi setelah mengetahui mas Danu yang akhir-akhir ini semakin sering tugas ke luar kota. Bokeb Kuberi dia ciuman panas yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya.“Hmpph! Yang kuceritakan tempo hari.”Bang Irul hanya tersenyum kecil,“Ayo sini, mbak Indri. Hal ini membuat batang penis bang Irul menancap dalam di liang vaginaku. “Begini…” Sita berbisik di telingaku. Bukankah itu yang dibilang Sita di telepon tadi? Dengan kecewa, aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Jam 8 malam…“Mama ada, Dek?” aku bertanya pada remaja tanggung yang sedang asyik mempreteli motor di garasi rumah Sita. Terbayang kalau aku akan disetubuhi oleh laki-laki lain selain suamiku. Oke, In?” tanya Sita sebelum menutup teleponnya. Aku sudah mengkhianatimu!” bisikku dalam hati.Kupeluk dia dan tergugu di pundaknya.




















