Malam itu begitu indah. Bokep Hot Pernah dengan setianya menemaniku beberapa tahun. Sambil menyingkap roknya yang pendek. Tidak juga. Mungkin a quicky morning akan melupakan Felly. Bisa berkepanjangan kalau aku bicara dengannya. Sejak itu aku tak tahu kabar beritanya.Entah apa yang dibicarakannya dengan teman-temannya. -Mereka Salah-) luluh kalau berhadapan dengannya.Hari Senin di kantor. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! “Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia. Selalu saja kami gagal bubaran kalau kami saling bertemu. “Pak Ricky, telepon dari Felly,” Indri, sekretarisku di interkom. “Masih saja jadi petualang,” katanya sambil duduk di hadapanku, “Tapi masih tetap seperti dulu. Sejenak aku linglung. Aku merasa benar-benar mencintainya. Sampai pagi. Serong kiri kanan, cari di luaran. Ataukah memang Love is Blind.Singkat cerita kami berempat dengan teman-temanku ke Zanzibar. Segera kutinggalkan teman-temanku dan menuju rumahnya.Jam 23.00.




















