Kantorku di lantai 3, di lantai 1 gedung ini terdapat sebuah toko milik koperasi pegawai BUMN ini yang menyediakan kebutuhan sehari-hari, mirip swalayan kecil. Tempat ini memang biasa macet. Bokep China Mau ngapain di Lembang? Sari cepat-cepat mengancingkan kemejanya, kutangnya belum sempat dibereskan. “Bajunya engga usah dimasukin”, sarannya. “Iya”, jawabku. Fasilitas di gedung kantor ini lengkap. “Udah malem.., Mas.., Lain kali aja ya?”, Aku mulai jengkel. Bu Maya (sebut saja begitu) kawan sekerjanya yang telah berkeluarga ada di sampingnya. Daerah yang sudah beken di antara para peselingkuh, sebab sebagian besar tempat-tempat tadi menyediakan tarif khusus, tarif “istirahat” antar 3-6 jam, 75 % dari room-rate.Sari membiarkan tanganku mengelus-elus pahanya yang makin terbuka ketika duduk di mobil. Sementara rasa nikmat menyelimuti bawah badanku, deg-degan juga dengan kondisi yang “aneh” ini. Pernah suatu pagi sekali tokonya belum buka tapi Sari sudah datang sendirian sedang merapikan barang-barang, kukeluarkan penisku yang sudah tegang karena sebelumnya meremas dadanya. “Mau minum susu..?”, tawarnya.




















