“Mas nggak papa? “Kenapa, kok ngelamun” tanyaku. Bokep Kulepas jaketku dan kukenakan kepadanya yang hanya berkaus ketat berlengan pendek. “Udah enggak sih… cuman dah lama gak kemasukan, apalagi segede punya emas?” jawabnya senyum dikulum. Ika terpekik tertahan melihat kondisiku yang bugil, sambil menutup mulutnya. Aku gak mau buru-buru, sedikit demi sedikit kukeluar masukkan batang penisku ke dalam vagina Ika. “Sudahlah mbak, nggak usah dipikirin, laki-laki emang begitu” rayuku sambil tak kusadari bahwa aku juga laki-laki yang mungkin lebih berengsek dari cowoknya tadi.“Gimana kalau saya saja yang mengantar embak?” kutawari diriku untuk mengantar. makiku dalam hati…Warung itu terlihat sepi. “Achhh… terus masss… yesss… gigit masss…” erang Ika seperti cacing kepanasan.Gila aja cowok goblok itu, barang sebagus ini disia-siakan bathinku berkata sembari terus menjilat dan sesekali kumasukkan lidahku kedalam liang vegi Ika. “Kenapa mbak, kok marah-marah?” tanyaku padanya. “Permisi mas numpang duduk” sapanya. “Kamu masih perawan Ka?” tanyaku mendekatinya.




















