Dengan buas saya mencium dan mengulum bibirnya sambil menjulurkan lidah saya menyusuri bibir yang terasa hangat.Merasakan nafasnya yang mulai memburu, saya mengarahkan tangan saya ke buah dadanya yang masih tertutup bra hitam. Setelah lulus kuliah, Vivi bekerja disalah satu bank asing dan saat ini dia menduduki posisi Senior Manager, jabatan yang lebih tinggi dari saya sewaktu saya berhenti bekerja! Bokep Montok “Ah… Masukin Gus… Tolonggg… jangan siksa saya… Masukin…” mohon Vivi.Saya tersenyum dan bersiap-siap memasukkan tongkat wasiat saya. Saat ini saya tidak mempunyai siapapun dan apapun. Saya mengarahkannya ke lubang kenikmatan Vivi. “Saya memang wanita malam… maafkan saya…” pinta Vivi, “Mama saya sakit jantung dan memerlukan biaya yang besar untuk mengobati penyakitnya. “Vi…” saya memanggilnya. Saya akan melakukan hal yang sama seandainya saya itu dia! Teman saya? Kemudian jari tangan saya berusaha menyibak bulu yang menutupi bibir kemaluannya. Saat ini pandangan saya sudah jauh lebih dewasa dan saya menyesal telah memperlakukan Vivi seakan-akan dia bukan manusia.Sebenarnya dia




















