“Mass aku mau pipis…”
“Pipis aja May… nggak papa kok.”
“Aaach…!!!”
“Hegh…engh…”
“Suuur… crot.. Bokep Tobrut Aku termasuk cowok yang populer di kampus (sekeren namaku). Sambil menahan birahi, kubuka keempat kancing kaos Maya satu persatu dengan tangan kananku. Diantaranya banyak cewek itu yang paling aku sukai adalah Rere. Maya menutup matanya lalu membasahi bibirnya (aku bener-bener bersorak sorai). Rumah induk yang kebetulan bersebelahan dengan rumah kost agak sepi.Sebab sejak tadi sore ibu kost dan bapak pergi ke kondangan. Tapi dalam kisah ini bukan Rere tokoh utamanya. Gigitan kecilku merajang-rajang birahi Maya.“Engh.. Aku nggak tahan Mass… kayak kebelet pipis mas..” rintih Maya.Tak aku hiraukan rintihan itu. sebab hilangnya perjakaku nggak ada sangkut pautnya sama Rere. Darah perawan Maya menempel di ujungnya berbaur dengan maniku dan cairan kawinnya. Segera aku tangkap kedua gunung itu dengan tanganku.“Enggh.. Benar saja, nggak sampai dua menit aku sudah bisa menggiringnya ke kamar kostku. Aku menggeliat-geliat menahan amukan asmara yang Maya ciptakan.Kaos pink Maya terjatuh di ranjang.




















