Disanalah, bakatku di tempa untuk pertama kalinya bahkan aku pernah menjabat sebagai ketua team teater selama satu periode.Selepas SMP dan masuk ke SMU, aku tak lagi aktif di teater karena kesibukanku bekerja sambilan sebagai guru les untuk anak SD. Om James memutar-mutar bibirnya yang menempel di bibirku seiring dengan permainan lidahnya yang sungguh buas. Bokeb Kurasa, itu adalah penyakit kebanyakan orang juga, tidak pernah puas dengan penampilannya!Sejak kecil, aku sudah punya sebuah cita-cita, aku ingin menjadi bintang film. Nama pengusaha itu sebut saja Pak James, usianya masih muda, sekitar tiga puluh lima tahunan.Lambat laun, aku mulai kenal dekat dengan keluarga itu, meski tidak dengan ibunya tapi paling tidak dengan Pak James. Kami memang bukan keluarga yang kaya, kami hidup pas-pasan dengan uang pensiunan ayahku dan sedikit tambahan dari hasil kerja sambilan ibuku. Kalau menarik, memang iya! Saat-saat bersama om James selalu merupakan saat-saat yang paling menyenangkan dalam hidupku, apalagi om James tipe pria yang romantis dan




















