“Ia nih Ndy, saya lagi stres, udah urusan kantor banyak, dirumah mesti berantem sama suami jadinya kusut deh”, jawabnya ramah, sudut bibirnya terlihat sedikit tersenyum. “Iya Bu, sejujurnya saya selama ini memimpikan untuk bisa berdekatan dan berduan dengan Ibu, makanya aku sering nyari alasan masuk keruangan Ibu”, kataku polos. Link Bokep Duduk berhadapan sangat terasa kalau suasananya berubah, tidak seperti kemarin-kemarin. “Ndy, ditanya kok malah bengong”, Bu Nita menyenggol lenganku. Happyku. Kudorong tubuhnya keranjang, kucopot celana dalam dan BH-nya. Masih tetap berpandangan, wajahnya semakin dekat.. Dan ternyata kamu pintar muasin aku, makasih ya Ndy”, ujarnya. Ketika kutekan bel dengan perasaan berkecamuk penuh tanda tanya berdebar menunggu sampai pintu dibukain dan Bu Nita tersenyum manis dari balik pintu.“Maaf ya Ndy aku berubah pikiran dengan mengajakmu makan di kamar. Tapi mungkin itulah kehidupan suami istri yang lama-lama bosan, pikirku.Bu Nita menarik tangaku, saya tahu itu isyarat mengajak pindah ke ranjang. “Ndy, ditanya kok malah bengong”, Bu Nita menyenggol lenganku.




















