Tak terasa, aku sudah bekerja hingga pukul delapan malam.Karena AC yang kurang bagus, aku merasa kegerahan dan haus. Aku agak terkejut ketika ia melepaskan bibirnya dari bibirku. Bokep China Kalau Mas?”.“Saya di lantai delapan, di PT (perusahaannya).””Oh, wajarlah kalau kita nggak pernah ketemu”.“Haha, iya, rupanya ada gunanya juga lembur. Eh, omong-omong,Mbak kantornya di lantai berapa?”.“Di lantai sebelas, di PT (perusahanku). Nah, aku lega bahwa ternyata dispenser itu bekerja. Wow, aku jadi merasa tersanjung juga karena itu berarti dia mengakui keindahanku.Tiba-tiba dia berkata lagi, “Kamu nggak minta dipijitin sekalian, Mur? Tapi thanks lho!”, Kataku sambil mengerdipkan mata.Lalu dengan gaya yang kocak ia menceritakan bahwa seorang pialang saham ulung akan lebih merasa tersanjung bila dipuji atas kepandaiannya memasak daripada atas kepiawaiannya menganalisis saham. Waktu itu akhir bulan Juni Karena akhir bulan, seperti biasa aku sibuk membaca dan mengevaluasi laporan hasil kerja anak buahku, dan menuliskan laporan untuk atasanku.




















