Saya diam-diam mengambil tali. Tubuhnya meronta ke kiri dan ke kanan bagaikan binatang liar yang terluka. Bokeb “Baiklah…” katanya.Kemudian saya suruh dia berlutut di tempat tidur. Kemudian saya lepaskan seluruh ikatannya dan tutup matanya. Dia menciumi saya dengan penuh nafsu. Karena kedua tangannya telah terikat ke belakang, saya hanya cukup memegang kedua kakinya. Setelah beberapa kali pertemuan dan kencan di tempat tidur, saya rasa dia sudah siap untuk diperkenalkan pada dunia yang baru.Sesuai dengan janji, saya datang pukul 7:00 sore ke rumahnya. Tidak lama, kejantanan saya sudah setengah tenggelam. Tetapi pantatnya amat menggiurkan. Tapi tidak ada kata protes keluar dari mulutnya yang terbuka. Ikatan pada kedua tangannya saya lepaskan. Saya hentikan dan keluarkan punya saya. tidak apa-apa. Terlalu sempit, jadi gesekannya sangat terasa. Dia mulai melakukan oral seks.




















