Tapi saya harus bilang. Bokep SMA Ibükota memang keras. Sudah banyak orang di Pasar yang merasakan badan saya: kuli, pedagang, preman, petugas, tukang ojek, supir dan lain sebagainya. Bunyi-bunyi jilatan, desahan, dan cairan di mulut saya. Basah dan hangat. Sesudah saya keluar dari rumah sakit, Juragan melamar saya. Dan sesudahnya, saya dapat duit. Itu… Kok ditempel ke anu saya?!” kata saya. Lidah saya mulai menjilat balik lidah Juragan. Saya panik, orang-orang di sekitar ramai-ramai ngangkut Simbok ke rumah sakit. Ah, tapi sedunia cuma saya sendiri yang nganggap muka saya jelek. Mesti kinclong, manglingi. Tapi lama-lama kebiasa juga. Saya njawab dengan lenguhan dan ocehan nggak jelas, ah-ah uh-uh. Akhirnya saya memaksa diri untuk keluar lagi, ngamen lagi, karena uang sudah habis dan saya juga mesti hadapi para tukang tagih utang yang nggak mau tahu kesulitan saya.Jadi, seminggu sesudah Simbok dimakamkan, saya kembali siap-siap untuk keluar, menari.




















