Karena sudah tidak kuat menahan serangan lidahku yang bertubi-tubi. Dengan sigap digenggamnya batang penisku ke dalam genggaman tangannya yang halus dan di kulumnya kedua biji penisku ke dalam mulutnya, “Slop…, slop.., slop…”, terdengar bunyi air liur dari mulut Ita. Bokep Live Aku makin berani saja dan kucoba bergerak ke pangkal pahanya. Akhirnya Ita membalikkan tubuhnya sehingga sekarang dia dalam posisi telentang dimana tadinya dalam posisi tengkurap dan kedua kakinya melingkar di leherku sambil kedua tangannya menjambak rambutku dan menekan keras kepalaku ke arah daerah terlarangnya yang sudah basah sekali. Lalu mengulum kepala penisku yang besar dan mengkilap ke dalam mulutnya sampai mulutnya seperti penuh sesak oleh kepala penisku. Ita membeli kondom yang bisa menyala kalau malam. Otakku sudah tidak terkontrol lagi.




















