“Iya.”
“Memangnya ada apa?” tanyaku lagi. Bokep Arab Tapi aku diam saja, malah menatap wajahnya yang cantik dan begitu dekat sekali dengan wajahku. Linda kembali mencium dan melumat bibirku. Aku tidak rela Mbak Indri jadi milik orang lain. Anehnya, hampir semua teman mengatakan kalau aku sudah pacaran dengan Linda, Padahal aku merasa tidak pernah pacaran dengannya. Aku coba untuk menuruti keinginannya tanpa ada perasaan apa-apa.“Ke kamarku, yuk…”, bisik Linda mengajak. Perlu diketahui, aku memperoleh anjing itu dan Mas Herman, suaminya Mbak Indri. Sambil memandangiku yang masih terbaring dalam keaadaan polos, Linda mengenakan lagi pakaiannya. Padahal tadi Linda sudah hampir membawaku mendaki ke puncak kenikmatan.,,,,,,,,,,,,,,,,, Linda memandangi tubuhku dan kepala sampai ke kaki. Aku memang mudah sekali disogok. Dan hanya kami berempat saja yang merayakannya.Perlu diketahui kalau Linda adalah anak tunggal di dalam keluarga ini.




















