Imron sudah melepaskan pergelangan tangannya setelah yakin gadis ini sudah takluk dan tidak berontak lagi. “Sialan kenapa malah terus !” omelnya dalam hati lagi ketika lift ternyata tidak berhenti di lantai berikutnya, perjalanan ini terasa panjang baginya karena harus menahan siksa birahi, wajahnya melihat sekeliling dengan hati was-was berharap tidak ada yang melihat.Jari-jari itu menyusup lewat pinggir celana dalamnya dan mengusap bibir vaginanya sehingga tentu saja dia makin tersiksa, matanya sampai terpejam-pejam sambil susah payah bertahan agar tidak mengeluarkan suara aneh. Bokep Twitter Dibukanya kran air untuk mengambil air membersihkan vaginanya yang lengket sisa persetubuhan juga untuk berkumur menghilangkan aroma sperma yang masih terasa di mulutnya. Dia sedikit terbatuk begitu melepas benda itu dari mulutnya.Setelah gelombang orgasme reda, Imron menaikkan lagi celana panjangnya. Imron kembali tak lama kemudian membawa pakaian dan barang-barangnya.












