” Coba meterannya ” dan Andipun mulai mengukur si dada besar tadi…. Mereka menulis di meja sofa sehingga sedikitnya aku bisa lihat pemandangan 4 gunung indah… rasanya seperti dalam mimpi aja… mereka tidak sadar dan aku selalu pasang gaya serius tanpa maksud…
4.37 WIS baru aku dengan Andi datang dengan BMW kuningnya… ” Hai… udah lama nunggu ya ? Bokep ” teriaknya dari dalam… ” Udah lagi diisi… ”
” Kalo udah sekalian kamu bantu ukur mereka ” maksudnya ukuran badan untuk melengkapi form data sheet. Aku yang sudah dari tadi konak… meriamku sudah mengacung posisi jam 11 demikian juga dengan Andi… ” Kok kalian sama sich… sudah pada siap tempur semua… kita mo diapain… kok anunya sudah kaya’ gitu ? ” tanya Ditha… ” Kaya’nya bakalan penuh lobang gue… entar cowoc gue tau lagi gue abis kesruduk gajah. Kabag mulai menengok ke dalam… blleeeeeeeessssssshhhhhhh semuanya sisa meriam aku benamkan pada tusukan kedua… pelan sambil kupeluk Ditha… aku










