Setelah selesai makan, aku dan dia yang duduk bersebelahan menumpahkan rasa kangen. Dia lalu memperkenalkan diri. Bokep Bulan November aku mengikuti prajabatan PNS, yah tak ada yang kukenal di prajabatan ini, karena itu aku berusaha untuk mencari teman sebanyak-banyaknya. “ah..ah…ah…ah…”, Novita mendesah keras. Atau becanda nih?”
“beneran, masak aku main-main.”
“Kapan kamu mau? Sesampainya di kamar bungalow, dia lalu menutup pintu, aku yang udah nafsu langsung menyerbunya. Beberapa menit kemudian dia tiba. Namun cerita ini adalah benar adanya. “Dasar… Nov, kita pulang yuk.”
“ayuk.”
Novita lalu membayar makanan sementara aku langsung menuju mobilnya. Entah bagaimana caranya dia mengisap, yang jelas rasanya aku melayang-layang, aku cuma mendesah,
“Ah… ah…”
“Tuh kan, dah merah”, kata dia sambil menunjuk leher aku. Sesampai di rumah, pikiranku kacau karena cupang itu, aku langsung nge-sms dia,
“Nov… aku kepingin cupangnya bukan di leher, aku pingin di dada, aku juga pingin buat cupang di dada kamu.”
Aku kira dia marah, tapi dia malah ngebalas,
“Gung, aku sayang ma kamu, kalau kamu buat




















