“oooohhhh…yyeeeaaa..” Pipit mendesah keenakan dengan pasrah.Tanpa sadar, Pipit kini mulai membuka kedua belah pahanya. XNXX Bokep Ia sibuk dengan blackberry nya. Aku yg akan kerjain Pipit di ranjang. Sekedar untuk bersenang-senang. Santi kembali menghipnotis Pipit agar kesadarannya tdk kembali dulu. Selanjutnya kami mulai dengan permainan yg lebih hot lagi. Biasanya dalam mengerjai korban, kami menghipnotis korban untuk mau jadi model bintang iklan atau sinetron. Pantatnya semakin naik turun. Tapi sebelumnya Ian menyuruhnya untuk melepas celana jinsnya. Maklumlah selain jago hipnotis, dia juga perempuan. Santi mengarahkan Pipit agar berakting sebagai korban penculikan untuk sedikit meronta ronta, ketakutan dan menangis. Penampakannya biasa saja. Skenarionya kamu jadi korban perkosaan. Itu berarti kami harus segera cari kamar di hotel yg letaknya tak jauh dari kafe. Dadanya masih belepotan sperma. Aku dengan leluasa menciumi lehernya, kupingnya dan mengulum bibirnya. aku memompa meqinya makin keras dan Pipit semakin mendesah nikmat.




















