Kami pun saling memagut satu sama lain. Tapi baiklah, apa salahnya mencoba, begitu pikirku.“Mmmm emang berapa tarifnya? Film Porno Secara otomatis aku pun menggoyangkan pinggulku menyesuaikan dengan irama yang dia buat. Dan tanpa harus menunggu lama Santi telah menggamit lenganku dan mengajakku ke dalam salah satu kamar yang tersedia.Kamar itu tidak terlalu besar dengan penerangan sebuah lampu kecil yang memberikan sensasi remang-remang. Santi pun seperti sedang trance, terkadang dia meremas payudaranya sendiri, bahkan menarik-narik dan memilin putingnya. Tubuhnya putih mulus tanpa cela, dengan tonjolan yang nyaris sempurna, proporsional dengan tubuhnya yang sintal itu. Dia sedikit mengejang ketika permukaan bibir licin nan sensitif itu bertemu dengan kepala penisku. Tubuh Santi mulai melemas dengan nafas yang terengah-engah. Hal ini membuat kemaluanku semakin keras saja. Rasanya luar biasa ketika penisku berada di dalam dirinya, masih begitu ketat dan menggigit.




















