Aku sudah tidak sabar untuk merasakan pijitannya, ah pasti nyaman sekali ketika tangan mungil nan halus itu memijit tubuhku.“Kalo gitu aku pilih si Santi, Teh.” jawabku mantab.Si teteh pun segera memberi kode kepada Santi. Bokep Cina Kok malah bengong di pintu aja?”
“Eh, iya ya… Oke… Oke…” aku pun segera mengambil posisi di tempat tidur. Dari kaki, dia beralih ke leher kemudian turun menuju punggung. Masa pijit masih pake baju begitu.” kata Santi dengan manja.Ya, tentu saja. Usianya yang masih belia semakin mambuat penasaran orang yang melihatnya. Seluruh ototku seperti berkelojotan melepaskan semua hasrat itu. Kulitnya kuning langsat meskipun otot di bagian lengan sudah mulai sedikit mengendur.Mandapati pemandangan seperti itu, aku menjadi tergagap-gagap,“Emm.. anu… mmmm, mau cari makan. Malam semakin gelap saat aku menempuh perjalanan pulang dari Pekalongan dengan mengendarai mobil kantor.




















