Wow.. Bokeb Mbak Juliet masih terlelap dalam pelukanku.Tubuhnya meringkuk seperti anak kecil, dan yang lucunya ia sedang mengenyot jempolnya seperti bayi. Lalu, waktu dia berdiri menunggu taksi, aku mendekatinya dan kuberhentikan mobilku di depannya.“Permisi.. Mulut mungil indahnya bagai vacum cleaner menyedot si Junior.Jemari halusnya menyelinap di antara celah pantatku dan sesekali menggenggam si Junior yang mulai berontak kena siksaan.Sementara itu aku yang memang terasa nikmat, hanya dapat mengelus-elus kepala dan mencengkeram rambut Mbak Juliet.“Ahh.., Mbak, enak. sshh.. yaa.. crot.. Wah.., tidak tega aku. Dalam perjalanan aku melewati sebuah rumah sakit.Aku secara nggak sengaja melihat dari kejauhan nampak seorang gadis berambut panjang mengenakan jas ketat putih dan span putih pendek.Wow.. ada yang bisa saya bantu..?” katanya dengan suara merdu sekali.Lalu, dia menyambutku dengan senyum manis walaupun sebelumnya sempat melirik jam di tangannya.Setelan bajunya sungguh menarik.




















