Robby dan Doni menunggu kami di atas tebing sungai. Bokep Barat Kami lebih banyak diam, walau Fadli berusaha mencairkan keheningan malam dengan gitarnya.Esoknya, pagi-pagi sekali Wulan minta segera pulang. Kuambil T-Shirtnya. Sampai di tempat yang kami tuju hari telah sore, kami segera mendirikan tenda di tempat yang strategis. Atau saya teriak”.Doni secepat kilat membungkam mulut Wulan dengan kedua telapak tangannya. Tapi raut wajahnya yang sangat mengiba, membuatku kasihan lalu menyanggupi menikahinya.Satu bulan berikutnya kami resmi menikah. Untunglah Fadli dan Lia percaya, dan Wulan hanya diam saja.Tepat tengah malam di saat orang lain merayakan pergantian tahun baru, kami melewatinya dengan hambar. Warnanya putih kemerahan. Dalam keremangan senja aku masih dapat melihat matanya yang indah berkaca-kaca. Lalu kami mengarang cerita agar peristiwa itu tidak menyebar. Wulan boleh ikut, tapi harus menunggu di atas tebing sungai sementara kami bertiga mandi.




















