“Chacha.. Bokep STW Rambutnya terurai panjang hingga punggung, wajahnya yang cantik nyaris serupa dengan penyiar sebuah stasiun TV Fifi Aleyda Yahya.Marissa namanya, selalu mengusik kalbuku hingga kini. saja yang terdengar di kamarku.“Oh Chachaku sayang.. Kalau enggak aku lakban lagi mulutmu!!” ancamku seraya bersiap-siap merobek lakban.. Ugh,” kalimat yang pasti akan keluar dari mulut Marissa sambil meronta-ronta.“Wallah.. Aku pulang agak malam dan agak mabuk karena terlalu asyik dengan mitra kerjaku. Aku sangat bernafsu saat melihatnya tertidur pasrah terikat di kamarnya.Mulutnya hari ittu kembali aku lakban.. “Jangan Mas.. Lepasin dong..”
“Kamu bohong.. Praanngg!!”Lamunanku buyar saat kulihat Marissa meronta-ronta hingga kakinya menendang gelas wineku hingga terjatuh dan pecah!“Crreett..”Lakban yang menutup matanya aku lepas. Tapi yang aku tahu pasti, aku senang melihatnya terikat karena gairahku akan bangkit dan pada akhirnya bisa membahagiakannya.Memasuki minggu kedua.. Aku berdiri di sisi jalan dengan kepala bertopi dan berkacamata hitam.




















