Sesampai di gubuk tempat Pak Pardi biasa istirahat dia tak ada. Bokepindo Pelernya tidak terlalu besar dan bulu-bulu jembutnya tumbuh lebat serta menyeruak kemana-mana, benar-benar kontol yang sempurna buatku.Dengan agak sedikit gemetar aku memegang batang kontol itu, terus terang ini pertama kalinya aku megang kontol orang dewasa. Bersandar di pohon pisang itu Pak Pardi mulai mengocok kontolnya.Dia mengocok kontolnya dengan gerakan yang cepat dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya terus meraba-raba bulu jembut dia yang ampun banget lebetnya dengan mata yang tertutup dan gumaman keenakan keluar dari mulutnya.“Enak ya Pak?” tanyaku dan aku berada tepat disamping kontolnya. Crott.. enak, pengen keluar udah bener-bener nggak kuat”Tapi sebelnya Pak Pardi menghentikan kocokan mautnya di kontolku. Aku tak mensia-siakan kesempatan itu dan segera ikut nongkrong di depannya sambil berusaha membantu padahal tujuanku hanya ingin melihat kontolnya. “Iya Pak, suka sekali.




















