“Memek Lia kerasa penuh nih, kontolmu sih gede banget, tadi aku keluar lho sayang!” Wah, secepat itukah gadis yang kuanggap kalem ini keluar? Bokep Korea Namun mereka semua salah besar, karena diantara kami tidak pernah ada ikatan dan komitmen.Ketika aku sedang asik melamun, sambil memandang wajahnya tiba-tiba kurasakan jemari halus dan lembut itu meraba bagian depan celanaku“Hayo, ngelamun jorok ya?” terdengar suara Lia pelan, tapi matanya masih terpejam. “Pengen dipejuin yah teteknya!”
“Iyahhhhh…mau peju ****** Ariiii..”
“Isepin yang enak say, ntar keluar pejuhnya.”
Lia semakin bersemangat memainkan kemaluanku. Lidahnya menelusuri batang kemaluanku lalu naik lagi ke ujungnya dan kembali menelan penisku yang panjang, gemuk serta berdiameter lebar.Lama kelamaan aku merasa saatnya tiba untuk mengeluarkan sesuatu yang sedari tadi terus kutahan, “Liaaaa…Ari mau keluar nih!” ujarku sedikit menggeram.




















