yee.. Kau punya mata yang hitam benar-benar menarik. Bokeb Secara ogah-ogahan kami pun berhenti. Setelah mengatur nafas, Felicia mendekatiku dan berbisik, “Nanti!”“Aku tak sabar menunggu”, bisikku balik, sedangkan hidungku menghirup aroma intim Felicia yang membalut jariku. “Sepertinya perlu diselidiki lebih dalam, nih..” godaku. Aromanya jauh lebih terasa dibandingkan dengan bau cairanku sendiri. Dengan penuh gairah dirangkulnya pinggangku sementara kakiku menggeser, menyentuh langsung selangkangan Felicia yang lembab.Tangan Felicia mulai melingkar, menjelajahi bagian belakangku. Kembali ke hotel, kami praktis berlari ke kamar kami, benar-benar tak sabar untuk melanjutkan perbuatan yang terpaksa kami tinggalkan. “Memangnya ada apa?” seraya menyibakkan rambutnya ke samping, mengecupi pipi, hidung, dan kelopak matanya yang terpejam. Saya benci, deh”, rintih Felicia. Tekanan yang dirasakan oleh klitorisku yang mulai membengkak hampir membuatku orgasme di tempat, sementara kurasakan kedua badan kami seolah meleleh, bercampur satu sama lain. “***** the ring!” (Persetan dengan cincin itu!) semburku sementara tanganku kembali menyelinap ke dalam celana dalamnya.




















