Kupindahkan semua barang diatas meja keatas laci, lalu kubersihkan meja itu. Bokep Jepang Kupandangi meja disebelahku yang penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yang tak ada isinya. “Kamu jangan macam-macam, Tok!”, ancamnya padaku yang lagi menikmati rokok.“Tampangnya sih oke tapi pria seperti itu hanya mau menangnya sendiri seperti bekas suamiku yang pertama”, sambungnya. Kemungkinan-kemungkinan tidak kuperoleh data yang kuperlukan juga kucatat. Terima kasih banyak ya mau menemanin aku.”, kata Iswani dan mencium pipiku. Dalam hitungan menit aku mengalami shock kenikmatan. “Enak saja, aku yang rugi Mbak, perusahaan tidak mengasuransikanku dari cubitan”, kataku serius.Tak lama kemudian pesanan kami datang. “Ke kafetaria yuk”, ajakku dengan tak menghiraukan gurauannya. Rupanya Iswani punya pikiran yang sama denganku. Kemudia aku mengambil semua berkas dan catatan tentang pekerjaanku dari dalam tas dan meletakkannya diatas meja.Kubaca satu persatu berkas tersebut dan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian. Setiap baris rencana yang kucatat kubayangkan pula langkah-langkah kerja yang akan kulakukan.Setiap hal penting yang




















