Gue tidak pernah nganggap elu kakak gue. Bokep Indo Tetapi kulihat pintu kamar mandi tertutup dan sedang ada orang yang mandi di dalamnya. Kan tidak ada salahnya gue sebagai anaknya ngewakilin dia untuk meminta imbalan dari elu. Keluargaku saat itu hidup berkecukupan. Yang pasti ia adalah anakku. Tapi bukan begini caranya!”“Heh, yang gue butuhin cuman tubuh molek elu, tidak mau yang lain. Akan tetapi karena pengawasan orang tuaku yang ketat, di samping pendidikan agamaku yang cukup kuat, aku menjadi seperti anak mama. Tapi, “Plak!” Ia menampar pipiku dengan keras, membuat mataku berkunang-kunang. Rugi kan. Ibu jarinya mengurut-urut klitorisku dari atas ke bawah berulang-ulang. Rasanya seperti langit runtuh menimpaku saat itu. Tak terasa, karena rasa kantuk yang tak tertahankan lagi, aku pun tertidur tanpa sempat berubah posisi.Aku tak menyadari ada seseorang membuka pintu kamarku dengan perlahan-lahan, hampir tak menimbulkan suara.




















