Faried terbengong-bengong memandangi sekitar ruangan itu, entah perlu gaji berapa puluh tahun baru bisa membeli rumah seperti ini.“Duduk Bang!” Ayu mempersilakannya duduk di sofa “mau minum apa nih? Ia hanya sempat memandangi punggungnya serta gaunnya yang berkibar ditiup angin berjalan memasuki bandara ke gerbang keberangkatan, untuk terakhir kali tanpa menoleh ke belakang, dengan pandangan kosong. Bokep Mom Pelan.. Bang Faried?” wanita itu membuka suara duluan.“Iya…Ayu kan?” yang dijawab wanita itu dengan anggukan kepala.Tidak banyak yang berubah pada wanita itu, ia tetap cantik dan tubuhnya masih langsing walau telah memiliki anak. Ayu mengecup bibir tebal itu perlahan dan mereka pun terlibat dalam sebuah “french kiss”. Seiring dengan semakin kuatnya rintihan dan erangannya. Nanti telat” kata Faried.“Masih ada waktu…” jawab Ayu “pesawatnya berangkat sore jam lima, kenapa gak kita habiskan bersama saja?”“Apa gak akan ada orang lain lagi ke sini? Faried cukup tahu diri mengenai hal ini.




















