Ahh.. Shh.. Bokeb Aaahh.. Ssayy.. Ada yang ngajarin
ya?” ujarnya sambil tersenyum dan melirikku nakal. Masih dengan penis yang
menancap di anus dan vaginaku. Keeluar bareng ya.. Samar samar terlihat puting mereka
menonjol dibalik kaosnya.“Sini sayang, kita sarapan dulu,” ujar Ale’ sambil mengeluarkan kursi
disebelahnya.Setelah menunggu aku duduk, ia pun duduk di kursinya. “Samaa ssayy.. “Ssh.. Ssshh.. Namun tetap tidak
bisa. Sakitnya cuma sebentar, tapi nikmatnya selangit. Ale’
langsung memelukku dari belakang dan mencium leherku dan membuyarkan
terkejutku.“Mereka kesini mau ikutan main say. Entah berapa kali Ale’ semprotkan pejunya, karena
cukup banyak, sampai meleleh keluar vaginaku bercampur dengan cairan
cinta dari dalam vaginaku.“Makasih sayang..” ujarnya sambil mengecup keningku. Fuck me.. “Ok!” jawabku setuju.Jumat sore itu, aku dijemput di kantor. Aku dan Sylvy saling
melihat, tak lama Sylvy menghilang dibawah meja, ternyata sedang
meng-oral penisnya Barry. Sudah siap dengan semua
barang-barangku. Ssshh..” jeritku. Ssshh..” jeritku. Keduanya tak kalah sexy dariku.




















