temui teman saya, Idris, katakan Mas butuh pekerjaan ”, tahunya dari Irwan.“ Wah…kok rasanya kurang enak ya, seperti nepotisme saja… ”, Mas Andy sepertinya keberatan.“ Enggak… nggak… kog, perusahaan-nya besar, Mas ke sana juga belum tentu diterima, Mas tetap melalui tes dulu ”, ucapku meyakinkan Mas Andy.“ Hmmm…baiklah, saya coba dulu deh Wan, jam berapa ya ke sana ? Link Bokep ”, tanya saya lembut penuh sesal.Dengan masih terisak karena menangis, Mba’ Erna menjawab,“ Nggak kog Wan, kamu justru telah membuat Mba’ bahagia, sebelumnya Mba’ belum pernah merasakan kebahagian seperti bersama suami Mba’”, ucapnya.Kami berdua tersenyum, ke-mudian pelan saya baringkan Mba’ Erna. ”, tanya Idris.“ Bukan buwat aku maksudnya Wan, tapi ini untuk orang lain ”, terang saya.“ Hmmm… memangnya untuk siapa ?




















