Singkat kata masih ada perasaan segan pada Friska karena masa lalu.Tapi tanpa saya sangka ternyata Friska yang duluan menegur saya. Bokeb Pada saat mengantarkan Adel yang rumahnya di daerah Kemang nampak oke-oke aja, namun pada saat mengantarkan Friska dan Vita, terus terang saya agak ‘menderita’, soalnya saya harus dikocok dua kali sesuai perjanjian kami.Pertama-tama Vita yang mengocok. Adel pun hanya tersenyum.“Akh.. mau loe adik loe digituin? Tampak Adel dan Friska paling agresif, sedangkan Vita masih malu-malu dengan hanya tersenyum melihat saya seperti laki-laki yang tak berdaya.Saya pun dalam sekejap telanjang bulat di hadapan mereka bertiga yang masih berpakaian lengkap. Tampak ada keraguan Friska untuk banyak bertanya pada saya, karena di samping saya ada Adel.Friska sendiri saat itu datang bersama adiknya. “Vit, isep sampe keluar dahh!” kata saya. Tampak Adel kesakitan, tanpa peduli banyak saya langsung menghujamkan kejantanan saya dengan kecepatan tinggi sehingga Adel sesekali berteriak.




















