Denyutan demi denyutan kurasakan menghantam dinding dinding memekku hingga cengkeraman kuat pada toketku tak kurasakan lagi dan kamipun melemas, kali ini aku benar benar lemas.Aku masih tergeletak di sofa tanpa celana dan kaos berantakan saat dia kembali memakai celananya, diselipkannya uang di sela sela pahaku, setelah memberi ciuman di bibir aku ditinggalkannya sendirian dalam keadaan semula dan terkapar di sofa disekeliling manusia manusia yg tengah mengayuh bahtera birahi.Begitu sadar bahwa masih ada orang yg mau pakai sofa ini, aku beranjak merapikan pakaian dan mengenakan kembali celanaku, baru kusadar kalau kaitan bra telah terbuka. Jauuh, mau nggak?” timpal Ana sambil menatapku.Aku tak bisa berkata apa apa, sama sekali tak menygka permainan taruhan bisa begini liar.“Pak Bambang nggak suka sama dia ya, oke I carikan yg lain atau ntar kita ke tempat kamu biasanya” timpal Tyo dengan bahasa yg aneh.“Bu.. Bokep viral Maka akupun tak mampu menghindar saat bibir Tyo mendarat ke bibirku dan bibir kamipun bertemu.




















