Aku
melihat Kak Tina memegang novel dengan tangan kanannya, sedang tangan
kirinya menggosok-gosok bagian rahasia tubuhnya. Bokep Mom Aku
nyaris tak percaya. “Siapa itu?”, Tak lama kemudian terdengar suaranya. Saat gerakan liarnya selesai, aku merasakan sesuatu
keluar dari kemaluanku. Untung sisanya telah mengering. Setelah makan, aku beristirahat di
dalam kamar. “Ya, Kak…, Guru-guru rapat”
Kak Tina keluar dari kamar. Tangan
kak Tina tetap mengelus dan meremas kejantananku dari balik celana. Ini memang mani” Kata Kak Tina. Tekanan dada Kak Tina, beradu dengan tekanan punggungku. Suatu malam, setelah aku kelas tiga, setelah
hampir dua tahun di rumah Pak Rochim, aku sedang tidur dengan Kak Tina
di sebelahku. Dadanya yang membusung
turun naik ketika dia menarik nafas. Sesekali aku ingin juga membaca novel lainnya, tapi Kak Tina tak
pernah mengijinkan aku menyentuh apa lagi membaca novel-novel itu. “Barusan ya?”. Aku
terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan
ludah.




















