Karena memang udh janji mau bayar taruhan,akhirnya akupun mengajak dia makan dan membelikan dia sebuah kaos dan jaket disalah satu distro dikotaku. Pelajaran Bahasa inggris pun dimulai selama kurang lebih 1 jam. Bokep viral terbaru “mpphhh..”,desahnya pelan. Khas ABG. Kamipun terkadang bercanda. “Apa nggak bosen atw bete dirumah sendirian?”tanyaku lagi. “Apa taruhannya ?”,ujarnya. Nana menurut. “Agghh…mpphh…”,desah Nana pelan. “Terserah. Kumasukkan tanganku kebalik bajunya. Tuh bulunya aja udh keliatan tuh.”,candaku. Aku tak menjawab,langsung saja kurebahkan tubuhnya diatas kasur,dan kami pun berciuman kembali. “Lho…emang berani buka ? “Lho…emang berani buka ? Akupun sering kermhnya utk sekedar silahturahmi. Mataku hanya bisa menatap tajam kearah bawah perutnya itu. Biasanya ya sore baru pulang.”,jawabnya. sok tau Mas ah…”,jawabnya sambil tersenyum. Katanya tadi berani. Besarnya sih lumayan,namun ga toge. ( sengaja )
“sini aku bukain aja deh. Akupun setuju. Bntr dl. Ga boleh minta nambah liatnya.”,jawabnya. Kalah kalo gitu.”,kataku.




















