“Hai… lagi ngapain mbak ? Ramah yang dari tadi hanya tertunduk sepertinya butuh perhatian, sekali-sekali Ramah menebarkan senyum yang menggoda. Bokep Live Ramah bercerita panjang lebar tentang kisah hidupnya pada penulis pada pukul 4.30 Wib sampai pukul 7.30 pagi. Kami pulang tante ? Aku sempat kaget tengah malam kegini siapa lagi yang menghubungiku terlintas dalam benak aku. Dengan kata-kata bang Roni membuat aku tidak ada apa-apanya dimuka dia aku tertunduk dan patuh pada perintahnya. Saat aku menggeser posisi dudukku Roni menarik tanganku, sambil merangkul bahuku. apa memang wartawan seperti itu ? Hubungan baik itu melalui telepon atau ketemu disekolah terus berlanjut. Akhirnya pertahanan Ramah kandas juga, Ramah membalikkan tubuhnya dengan posisi miring menghadap aku. Baru Ramah tahu mulai dari perteman tadi dianya ngomong aku rekam.




















