Apalagi lalu jari itu semakin lama semakin ke bawah, lalu agak ke depan, menyelinap ke gerbang kewanitaannya dari belakang. Bukan saja ia ingin menghentikan tumpahan saos tomat, tetapi ia juga punya ide cemerlang!Aku menghentikan ciumanku, sambil tetap menyenderkan kepalaku di paha Eksanti yang putih mulus itu. Bokep Cina Jelas sekali, tubuhnya yang menggairahkan itu tidak memakai sepotong pakaian dalam pun. Aacch.., menggairahkan sekali pemandangan itu. Lalu aku mencium tengkuknya. Sambil menikmati pula cengkraman otot kenyal di bawah sana yang mengurut-urut kejantananku. Perlahan sekali, mili demi mili batang-otot yang panas-berdenyut itu melesak ke dalam. Wow! Dengan segenap kekuatanku, aku sanggup memutar tubuh rampingnya dengan cepat. “Occhh.., acchh.., ngg..,” cuma itu yang bisa keluar dari mulut Eksanti. Permintaan Eksanti memang masuk akal. Jelas sekali terlihat kewanitaan Eksanti yang terbalut bulu-bulu hitam lebat tetapi sangat rapi karena baru dicukur, harum karena baru dibasuh sabun wangi.Bentuknya menyerupai buah ranum dengan belahan di tengah, menggiurkan sekali. Aku mengatakan, “Nggak masalah, Santi “,




















