Suara rintihan berulang kali keluar dari mulut, lidahku menjulur, menjilat, mengamati, menikmati batang lehernya yang jenjang. Tetapi jariku sudah terlanjur tenggelam ke dalam liang senggamanya. Film Porno “Santi, aku hanya ingin pergi berdua denganmu, sekali saja.., sebelum kamu benar-benar menjadi Yoga. “Aku mengerti Mas, aku juga tidak bisa menyalahkan Mas karena mimpi-mimpimu itu. Dia tersenyum memandangku. “Anak ini, kok aneh banget, jual mahal lagi”, pikirku. Tangan kanan Eksanti berhenti pada permukaan kancing celananya. Aku meremas jemari dengan perlahan lalu perlahan aku mengangkat menuju bibirku. Aku bisa memastikan, Eksanti agak malu. Tetapi kali ini demikian.Bayanganku tentang kenikmatan saat bercinta dengan Eksanti sirna sudah, atau setidaknya tidak dapat aku rasakan saat ini. Wah, bisa gawat jadinya. Aku memandang nakal ke arah payudaranya sambil tersenyum. Suara rintihan berulang kali keluar dari mulut, lidahku menjulur, menjilat, mengamati, menikmati batang lehernya yang jenjang.

















