Sahabatku sudah menikah saat usianya 25 tahun, menikah muda memang jadi cita-citanya. Bokep Jepang Tidak banyak yang aku tahu tentang mas Deden, aku sebatas kenal saja dan tidak terlalu akrab. Aku bisa saja mengubur rapat perasaanku hingga tidak ada orang yang tahu, tapi aku menikmati perasaan ini, bahkan aku ingin lebih. Aku bersyukur masih ada pria yang mau menerimaku, karena aku sudah sampai di titik pasrah. Semoga ibu mau memaafkanku, akupun sudah memohon ampun padanya. Aku bersyukur kehidupan mereka masih utuh setelah aku menjadi duri dalam kehidupan mereka. Biarlah kehidupan di masa laluku menjadi sebuah bekas luka. Aku ingin mas Deden menjadi milikku. Ya, saat itu, cinta membutakan hatiku. Entah surat itu dibaca atau tidak, aku tidak tahu. Aku satu kantor dengan mas Deden, hanya berpisah ruangan saja. Mau tidak mau, desas-desus itu membuat suasana kantor tidak nyaman, sehingga aku dipanggil . Setelah berbagai tes yang kujalani, aku diterima bekerja di sana.










