Aku menatap dada itu tanpa ragu dengan nikmat.“Eit, kau melihat dadaku terus!” Mbak Marissa refleks menutup dadanya. Hidung mancung. Bokep Tobrut Mendidik dadaku merasakan tangannya mendarat di pundakku. Kubiarkan ia terus mengerang dan mengaduh, mendesah. Dan tiba-tiba rumah jadi gelap gulita. Entah kenapa aku jadi ketakutan. Tanyakan sekali lagi pertanyaanmu, dan kau akan tahu apakah aku menyukaimu juga,” kata Mbak Marissa.Aku mengulang pertanyaanku,“Kalau saya kepingin, bagaimana?” Mbak Marissa tersenyum“Kalau kau kepingin,” ia………….! Aku menatap dada itu tanpa ragu dengan nikmat.“Eit, kau melihat dadaku terus!” Mbak Marissa refleks menutup dadanya. Sudah biasa ditinggal pergi Mas Fredi,” ia menatapku tajam, mengerling sekilas dan berbalik meninggalkanku.“Sudah, ya, aku balik dulu” ia pamit. Bawa aku ke kamarmu segera!” desah Mbak Marissa.Aku tak segera bergerak.




















