Aku lagi capek aja.”“Oh aku pikir si gendut itu marahin kamu.”“Kamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Ibu Maya denger mati kamu.”Hari itu aku sudah tidak konsentrasi dalam pekerjaanku Aku hanya melamun dan memikirkan Ibu mertuaku, kasihan sekali beliau harus dikuret sendirian, terbayang dengan jelas sekali wajah Ibu mertuaku kekasihku.Rasanya aku ingin terbang ke desa GL dan menemani Ibu mertuaku, tapi apa daya Ibu mertuaku melarangku.Apalagi nanti sore aku harus pergi dengan Ibu Maya, dan aku harus menceritakan kepadanya semua yang aku alami dengan Ibu mertuaku,Uh.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana.”“Baik Nya.”Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Maya.“Silakan Den, ini kamarnya.”Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Bokep Live Matanya masih terpejam. Kurebahkan tubuh Ibu Maya, ku lumat kembali bibirnya, kami berdua bergulingan di atas pembaringan, saling merangsang birahi




















