– Dia tersenyum, “Mmh ya bolehlah.. sampai tiba-tiba aku bagai tersadar dari lamunan..“..gimana? Bokep Korea ia menjejakkan kaki kirinya di atas ranjang sedang kaki kanannya di lantai, dalam posisi setengah berlutut sehingga kepala kontolku (yang mungkin masi terlalu kecil buat dia karena usiaku toh juga masi kecil) sedikit melesak di antara dua bukit berhutan jarang itu.. uang sakuku sehari juga lebih dari itu.. kurasakan aku ‘kencing’ dan perasaan geli itu mulai menguap meninggalkan bekas bergetar dingin pada sekujur badanku.. (Hihihi aku perhatikan ia mengambil anak kunci pintu depan dari balik keset.. Menciumku pelan. Mmmhh.. Ciecie pake warna coklat muda..”. Ohh.. Ya, ini adalah kisah 13 tahun yang lalu.. Aku sendiri termasuk yang ‘miskin’ di sana, abis aku cuma diantar jemput sama ciecie-ku aja sedang yang laen kadang dianter jemput sama sopir pake mobil sendiri (baca: yang dikasih ortunya buat dia)
Kakak perempuanku yang sulung, Sinta, tapi dipanggilnya Sian buat temen sekolah/kuliahnya. Lalu mulai menggoyang-goyangkan pantatnya..










