Bahkan aqu tetap tak peduli meskipun Lidya menggeser duduknya hingga hampir merapat dgnku. Bokep Japan Dia malah tersenyum. Aqu merasakan betapa halusnya kulit paha perempuan ini. Kembali Lidya mencium bibirku. Aqu tak canggung lagi, karena memang sudah saling mengenal. Lidya bersama Mamanya yg umurnya mungkin sebaya dgn Ibuku. Namun aqu masih tetap diam, tak tahu apa yg harus kulaqukan. Bahkan dia langsung turun dari pembaringan, dan menyambar pakaiannya yg berserakan di lantai. Dan dia tak berhenti menciumi bibir, wajah, leher serta dadaqu yg bidang dan sedikit berbulu.Tergesa-gesa Lidya melepaskan penutup terakhir yg melekat di badannya. Tak ada yg istimewa. Karena terus-menerus memuji dan membuatku bangga, dgn hati dipenuhi kebanggaan aqu meminjaminya. Namun dia tak sendiri. Padahal Bapak paling sayg padaqu. Tak terlihat ada pesta. Sementara perasaan hatiku semakin tak menentu. Karena sikap dan tingkah laqu sehari-hariku masih, dan aqu belum bisa bersikap atau berpikir secara dewasa.Tanpa diduga sama sekali, aqu bertemu dgn Lidya.




















