Oh, dia mencukur rambut vaginanya! Aduh, tiba-tiba pikiran ngeresku muncul. Bokeb Rasa horniku dari tadi tak hilang-hilang. “Dibutuhkan pembantu wanita untuk kos putri. “Eh, Non Tina. Kalian mungkin pernah melihat film Tootsie, ketika Dustin Hoffman menjadi seorang wanita demi mendapatkan gadis impiannya. Tiba-tiba sebuah wajah wanita melongok sedikit membuka pintu besar itu.“Bu Srini?”
“Iya bu …”
“Mari masuk. Keduanya memakai gaun tidur yang lebih tepat dikenakan di dalam kamar, tidak di luar kamar. Bukan, bukan hanya deru napasku yang semakin memburu, tapi deru napas Tina juga. Ganggu aja orang nonton TV!“Iya deh, non,” kataku terpaksa. Gadis itu memakai baju yang biasa saja sebetulnya, rok dengan kaos yang tidak terlalu ketat, tapi tetap saja, membayangkan potensinya membuat si otong berdiri.“Bi, ayo naik ke atas, kukenalkan sama anak-anak kos,” tangannya menggandeng tanganku.




















