ssshh…. Bokeb Aku menghentikan pagutanku, dan kini kupandangi wajah adikku dan rasanya aku sangat puas meskipun aku hanya berhasil menikmati bibir adikku yang begitu merah dan tipis ini.“Sumi, makasih yah, kamu begitu pengertian ama Aa” kataku.“Kalau saja Sumi bukan adik Aa, udah akan Aa..” belum sempat aku habis bicara..“Udah akan Aa apain” bisiknya sambil tersenyum. crot.. Kali ini dia diam saja sewaktu aku memeluk dan menciumi tengkuknya.Dinginnya udara subuh itu tak terasa lagi karena kehangatan tubuh adikku telah mengalahkan hawa dingin kamar ini. aahhhh…. Dan rupanya di luar mulai terdengar gemericik air hujan. ashhh… aough…..Aku bingung apa yang mesti dikerjain nih. ngga jelek” kataku.Aku langsung duduk di samping ibuku yang sedang bertelanjang dada itu.“Sana makan dulu Ted” kata ayahku.“Sudah Pah… tadi ada temen yang nraktir” kataku sambil tetap menatap pembantu kami yang bernama Dewi sedang menghisap kontol ayahku.“Lagi ngapain sih ma..?” tanya ku.Ibuku hanya tersenyum saja.“Sudah Tuan..?” tanya si Dewi mungkin dia agak canggung diperhatikan olehku.“Belum




















