No info
Tapi kejadian itu tak berlangsung lama, hanya sekitar 5 detik-an dan aku berbalik badan melempar bola basket itu. Bokepindo “Wan..” seru Evan pelan. Dan mematikan mobilnya, waktu itu sudah hampir pukul 9, aku pun turun dari mobil, dengan pakaian yang lebih rapih. Di gesek-gesekkan perlahan jarinya di klitorisku, aku mendesah tidak karuan, Evan lalu menurunkan bibirnya menjilati leherku, pundakku lalu ke payudaraku, di gigit-gigit lembut putingku, sambil tangannya terus bergerilya di vaginaku. Bukannya aku mencoba menutupi tubuhku tapi malah aku pasang posisi menggoda dan pura-pura tertidur. Evan tersenyum ia bilang “Da..body lo oke banget..di rawat ya”, eh agak canggung aku tp aku pura-pura cuek dan menjawab “thx, iya emang gw care banget sama body gw”, suasana hening sejenak, “Da, mau makan dulu ga, lo pasti laper abis latihan cheers” suara Evan yang berat itu memecah keheningan aku cuma mengangguks aja, “eh tapi bayarin yah, gw ga ada duit” kata ku tiba-tiba, “Beres, tapi ada imbalannya ya”











