Aku kecup sekali lagi, kali ini agak lama. Bokep Jilbab/Hijab Akupun merasa aku tidak lama lagi bakal orgasme. Bukannya anda di jakarta ? Aku tusuk perlahan memek Nisa, kadang aku percepat. Aku memang punya kasur cadangan guna persiapan kalo ada family ato rekan yang inginkan menginap.“Nis anda tidur di kamar aku aja ya, tuh aku dah siapin” kataku ke Nisa. Pertanyaan terbesar tetap saja, ngapain Nisa melem-malem ada lokasi hiburan malam di Bandung, sendirian lagi. Aku mulai mendorong penisku kedalam memek Nisa. Kan mesti terdapat yang tanggung jawab” jawabku. “Lagi yan..Lagi yan..Lagi” desahnya seraya memegangi pantatku seakan hendak menekannya terus. “salah Bukan disitu lagi” seru Nisa lagi sambil menutup mata dan memajukan bibirnya.Wah si Nisa bener-bener menguji imanku.




















