Baru kemudian kembali ke kamar dan tidur.Selang seharian aku tetap berangkat kerja seperti biasa sehingga blm sempat menanyakan kesan dan komentar Nakim atas kejadian semalam. Aku yakin Nakim sudah betah dgn apa yg diintipnya.Dorongan kecil membuat tubuhku kembali tersandar di tumpukan bantal dibelakangku.Istriku melumat bibirku dgn nafsu. Bokep Arab Sbg gantinya, ku beri kecupan2 kecil di leher istriku.Istriku menggeliat lagi. “Kim, bentar deh”,panggilku dgn nada santai.Nakim pun menghampiri.“habis ini kamu bikinin teh manis buat mbak, bisa kan?”,tanyaku agak berbisik.“bisalah,mas”,jwb Nakim cepat.“Nah, kamu masukin ini kedalam teh manisnya”,tambahku sambil memberikan botol kecil bekas obat tetes mata kepada Nakim.“apaan nih,Mas?”,tanya Nakim heran.“obat perangsang,udah..lakuin aja,ok”,jwbku singkat.Nakim masih ragu tapi senyum tipis terlihat saat mendengar jawabanku.“oke deh,mas”,kata Nakim sambil manggut2.“tuang aja semua, biar makin mantep”,ujarku menambahkan.Nakim mengangguk tanda mengerti dan memasukkan botol kecil tadi ke saku celananya.Akupun masuk kedalam rumah dan duduk didepan Tv,tak berapa lama terdengar suara langkah istriku keluar dari kamar mandi yg kemudian menuju ke kamar tidur.Dari teras




















