Terus terang, saya tidak begitu menikmatinya dan biasanya saya cepat sekali ejakulasi.Apabila saya mencabut kemaluan saya dari vagina Ayu, saya bisa melihat cairan darah mensnya yang bercampur dengan mani saya. Bokep Asia Sebentar kemudian Ayu datang membawa satu baskom air dan satu handuk kecil.Dia pun mulai mencuci kemaluan Efi dengan handuk kecil itu dan saya perhatikan kemaluan Efi mulai memerah karena digosok-gosok Ayu dengan handuk tadi. Ayu mengambil bantal yang sedang menutupi kemaluan saya dan tangannya mengelus- ngelus penis saya yang masih basah dan sudah mulai berdiri kembali. Bagaimana ini kejadiannya? “Efi mau kancitan,” Efi membandel.“Kalo nggak nanti Efi bilangin Abah..” “Iya udah, diam. “Hayo, ibu main kancitan,” katanya lagi. Paling-paling saya hanya memasukkan penis saja kedalam vaginanya yang terasa banjir dan becek karena darah mensnya. Tetapi saya diam saja karena betul-betul bingung dan tidak tahu harus melakukan apa. “Ibu, Efi malu ah..” kata Efi sambil berusaha menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.




















