“Om.. Mendapat dukungan dari istri sendiri, gua langsung mendorong badan Vinca dan menindihnya. Bokep Melihat posisi Vinca yang duduk lemas, gua langsung berdiri dan menempelkan kontol gua yang sudah keras ke depan wajahnya. Om ga bisa denger.” Kata gue sambil menepuk paha gua sendiri. “Akhirnya yang ditunggu sampai.” Kata Nana yang memang menunggu gua di ruang tamu dengan Lingerie yang sangat menggoda.Dengan mudah gua bisa melihat lekukan badan Nana yang dipenuhi oleh tato. Huahahaha.” Kata gua melihat Vinca.“AH….om udah puas.” kata gua sambil langsung memakai pakaian gua kembali tanpa beristirahat terlebih dahulu. Tangan gua mulai memegang toketnya yang besar. Please. Tangan gua mulai memegang toketnya yang besar. Lidah gua dan Nana berpaut pautan dan berbagi liur. Hahaha.” Kata gua sambil tertawa. “Easy babe!” kata gua menenangkan Nana. “Enak kan!” kata gua. Vinca boleh ikut ke rumah om untuk mastiin?” tanya Vinca singkat. Ga pernah dikenyot kenyot ya Vin?” goda gua. “Ahhhhhhhh…” desah gua panjang menikmati momen




















